Ini Tiga Kopassus Cantik: Jago Tembak, Terjun Payung & Bela Diri



1. Sersan Eka si bekas jenis
Sekian waktu lalu poto seseorang wanita cantik dengan baju loreng darah mengalir serta baret merah beredar di media sosial. Banyak yg tidak yakin bila wanita itu yaitu anggota Kopassus sungguhan.

Nyata-nyatanya wanita itu benar anggota Kopassus, namanya Sersan Dua Eka Patmawati. Dia bekas jenis satu majalah wanita. Untuk jadi Kopassus, dia tinggalkan karier sebagai tipe.

Tidak hanya cantik, Sersan Eka jago menembak serta terjun bebas dengan kata lain freefall. Kekuatan freefall ini hanya dimiliki tentara di unit elite. Komando!

 " Saya baru tuntas terjun bebas. Di Kopassus, wanita dituntut mesti dapat semuanya, " kata Sersan Eka waktu melakukan perbincangan dengan merdeka. com, Selasa (16/4).

Menurut Eka, jadi anggota Kopassus begitu membanggakan. Terlebih pasukan ini disebut-sebut sebagai pasukan terbaik nomer tiga didunia sehabis Inggris serta Israel. Tiap-tiap prajurit lantas dilatih untuk jadi yg paling baik.

 " Disini kita dituntut untuk dapat berprestasi. Dari mula tes dengan cara psikologi serta fisik, yang pasti di Kopasus fisiknya mesti lebih daripada yang lain, " tuturnya sambil tersenyum manis.

Menurut Eka tidak ada perlakuan spesial untuk wanita. Segala mesti jadi jagoan di baret merah.

Prajurit wanita juga diperlakukan sama baik secara pendidikan ataupun sehari-harinya dengan Kopassus Pria.

 " Jadi, dalam meniti Baret, dari namanya saja, berani, benar serta sukses dari baret merah tersebut jadi butuh perjuangan yang begitu besar. Bukan sekedar pria, kita Kowad Kopasus juga tunjukkan mesti dapat seperti yang lain, " tegas wanita berumur 24 th. ini.





2. Sersan Ni Putu si juara terjun
Tidak banyak para wanita yang bernyali besar lakukan terjun freefall (terjun payung) dari ketinggian 8. 000 feet. Tetapi, tak buat Serda Kowad, Ni Putu Irma Purnama Dewi.

Wanita kelahiran 5 September 1990 Dili Timor-Timor ini mengaku awalannya tergugah menyukai olah-raga berlebihan itu th. 2011. Saat itu dirinya sendiri tengah melihat demo freefall serta segera terkagum-kagum lihat beberapa penerjun payung itu.

 " Pertama kalinya saya tertarik waktu tengok demo terjun payung, sepertinya asyik juga bila ikutan. Ya telah saya putuskan 2011 ikut-ikutan latihan di Batujajar Kopassus sepanjang 1 bln., " kata Ni Putu pada merdeka. com saat dijumpai di Lapangan Gatot, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (7/12).

Tetapi, wanita yang akrab disapa Putu itu, mengakui pernah ketakutan serta begitu tegang saat saat kali pertama coba latihan terjun payung.

Jerih payah serta tekadnya yang bulat bikin wanita ini tergabung di Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD) serta terbayarkan dengan segudang prestasi.

Prestasi paling anyar yaitu Medali Emas Minggu Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat yang berjalan di Kabupaten Bekasi bln. November lantas, dalam kelompok akurasi ketinggian 4. 000 feet. Selain itu wanita berparas manis ini sempat juga menyabet juara dunia junior CSIM di Solo September 2014.

Tetapi, dari sangat banyak prestasi yang ditorehkannya itu, Putu mengakui paling terkesan lakukan terjun payung di Aceh.

 " Saat di Aceh 17 Agustus 2013 tempo hari itu baru merasa terjun gunakan senjata serta dibawa container. Lantaran memanglah dimintanya seperti itu buat antisipasi ada Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Nah, saat sebelumnya terjun hingga ngebayangin, kelak cocok terjun gimana ya bila mendadak ada yang nembak, " tambah Putu.



3. Serda Desi, penakluk langit China
Sersan Dua Dessy Alvionita, tak mengira bila dapat menang di kejuaraan terjun payung di kota Qionglai, Cina, th. lantas. Tersebut kali pertama dara kelahiran Kutai Barat, Kalimantan Timur, 22 th. lantas ikuti momen resmi.

 " Sekalinya ikuti kejuaraan resmi segera mesti hadapi lawan dari 42 negara. Puji Tuhan, saya dapat jadi pemenang ke-5 nomer individual, " tutur Dessy seperti ditulis kopassus. mil. id.

Dessy baru 1, 5 th. mulai belajar terjun payung. Total, dara ini telah terjun sejumlah 3. 272 kali. Buat Kopassus, angka itu masihlah termasuk minim.

Diam-diam nyatanya Dessy juga seseorang karateka. Serta saat ini telah menyandang Serta Cokelat.

 " Saya tinggal di kota kecil, jadi sulit untuk dapat menyambung jadi Serta Hitam lantaran terbatasnya sasana latihan karate, " tegasnya.

Dari berolahraga beladiri ini juga, Dessy juga sukses mengharumkan kesatuan baret merah dengan memenangkan kelas min. 55 kg pada Panglima Cup 2 th. lantas.

Dessy selalu mengasah kemampuannya terjun payung. Lucunya, dalam satu latihan, angin kencang bertiup. Dessy terbawa angin sampai mendarat di perumahan warga.

 " Ya, kesana (ke tempat latihan) kembali naik taksi deh, " ungkap Dessy.

Sumber : Merdeka. com
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Ini Tiga Kopassus Cantik: Jago Tembak, Terjun Payung & Bela Diri"