Astagfirullah..!!! Ternyata Ucapan “Semoga Bahagia dan Banyak Anak” Untuk Pengantin Baru Dilarang Rasulullah

Pernikahan yaitu satu hal yang diidam-idamkan oleh semua orang. Pada saat melangsungkan pernikahan, pastilah mereka akan mendapatkan banyak doa untuk kebaikan pernikahan kita. Tapi mengapa Rasulullah melarang mendoakan pengantin “semoga bahagia serta banyak anak”? Inilah jawaban dari pertanyaan itu. Alasan Mengapa Rasulullah Melarang Mendoakan Pengantin “Semoga Bahagia serta Banyak Anak”? 


Kisah ini bermula saat Uqail menikah. Pada saat pernikahan ia merasakan kegundahan saat mendengar doa orang-orang yang datang “semoga bahagia serta banyak anak”. Untuk mengatasi kegundahan itu, Uqail segera meluruskan ucapan untuk pengantin serta mengatakan pada tamu supaya mereka tidak mengucapkan doa itu untuknya yang tengah menikah karena Rasulullah sudah melarang hal ini. Lalu, para tamu bertanya doa apa yang harus mereka panjatkan untuk pernikahannya. 

Uqail menjelaskan kalau Rasul sudah mengajarkan doa untuk pengantin baru sesuai sunnah, “Semoga Allah memberi berkah padamu, semoga Allah memberikan berkah atasmu, serta semoga Allah menuntun kalian berdua dalam kebaikan”. 

Alasan kenapa Rasulullah melarang mengucapkan doa itu pada pernikahan, cuma Allah yang mengetahuinya. Namun kita bisa mengambil hikmah dari larangan itu bedasarkan yang disampaikan oleh Muhammad Fauzil di buku yang berjudul Kado Pernikahan untuk Istriku serta buku Bahagianya Merayakan Cinta oleh Ustadz Salim.  


Jika kita lihat dari hukumnya, jadi hukum mendoakan pengantin dengan doa itu adalah makruh. Larangan itu bukan berarti 


haram karena padasuatu saat, Rasulullah membanggakan umatnya yang makin banyak dari nabi sebelumnya. Hal ini berarti beliau sukai bila umatnya memiliki anak yang banyak. Bahagia dalam pernikahan juga tidak dilarang. Namun doa supaya bahagia serta punya anak banyak dirasa kurang tepat. 

Ada doa untuk calon pengantin yang lebih baik. Doa diatas semestinya jadi doa yang dipanjatkan oleh beberapa tamu pada suatu pernikahan. Argumen kenapa doa itu tidak tepat karena tidak semua pernikahan bisa jalan dengan bahagia. Terutama pada awal-awal pernikahan umumnya akan terjadi masalah-masalah kecil. Oleh karena itu, bayangan kalau pernikahan itu akan senantiasa bahagia serta memiliki banyak anak tidak sepenuhnya benar serta tidak semua pernikahan mendapatkan ke-2 hal itu. 

Dalam kehidupan, segala hal bisa terjadi. Termasuk dalam satu pernikahan. Hari-hari yang dijalani oleh pasangan suami istri tidak selamanya akan mulus. Pastilah ada krikil kecil sebagai masalah dalam pernikahan mereka. Oleh karena itu, doa memohon keberkahan dari Allah memang lebih baik. Sehingga dalam kondisi bahagia maupun lagi ada masalah, semoga Allah senantiasa memberi berkah pada setiap yang kita kerjakan. 

Keberkahan yang diberikan Allah dalam satu pernikahan akan membuat kebahagiaan didalam hari pasangan suami istri. Begitu juga dengan hadirnya seseorang anak. Tidak semua orang dikaruniai anak yang banyak. Bahkan juga ada beberapa orang yang di beri ujian oleh Allah tidak mempunyai anak. Oleh karena itu, memohon keberkahan dari Allah di rasa paling utama supaya kita tetaplah diberikan keberkahan walau tidak mempunyai anak banyak. 

Selain itu, doa untuk selalu dituntun dalm jalan Allah juga lebih utama. Apa pun yang kita kerjakan jika itu tidak ada di jalan Allah jadi akan menyebabkan dosa untuk diri kita. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, baik itu senang, sedih, miliki anak banyak, sedikit, maupun tidak punya, semoga Allah selalu menuntun kita untuk ada di jalan kebenaran, yaitu sesuai dengan ajaran agama Islam. 
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Astagfirullah..!!! Ternyata Ucapan “Semoga Bahagia dan Banyak Anak” Untuk Pengantin Baru Dilarang Rasulullah"