SUNGGUH BIADAB !!! Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera Asing, Bukti Filipina Tak Bisa Penuhi Janji



Pemerintah Filipina menanggung malu sesudah satu sandera asing Abu Sayyaf dipastikan tewas. John Ridsdel (68), warga Kanada, diketemukan militer Filipina di pulau lokasi Jolo dalam kondisi terpenggal Senin (25/4) petang saat setempat. Penemuan ini berselang lima jam dari tenggat akhir tebusan, seperti ditulis Sydney Morning Herald.

Grup Abu Sayyaf di Filipina nekat memenggal sandera asal Kanada, sesudah duit tebusan yang diperintah tak dibayar. Potongan kepala korban dibungkus kantong plastik serta dibuang di tepi jalan.

Kepala Polisi Joho, Filipina, Junpikar Sitin, mengemukakan dua pria mengendarai sepeda motor buang potongan kepala yang dibungkus kantong plastik di satu jalan di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Senin malam. Ke-2 pria itu lalu melarikan diri.

Grup Abu Sayyaf terlebih dahulu sudah memberi ultimatum supaya empat sandera—dua warga Kanada, satu warga Norwegia dan satu warga Filipina—ditebus semasing 300 juta peso.

Abu Sayyaf meluncurkan video ancaman eksekusi Ridsdel sejak minggu lantas. Pemerintah Filipina menjamin negara asal sandera untuk tenang lantaran operasi militer bakal di gelar.




Dua hari kemarin Juru bicara pemerintah Filipina menyampaikan operasi besar-besaran di gelar dalam hitungan jam. Perintah itu di sampaikan Presiden Benigno Aquino III segera pada Panglima Militer Filipina Glorioso Miranda. Satu batalion pasukan spesial serta polisi di kirim ke Kepulauan Jolo.

 " Intervensi militer bakal dilaksanakan untuk menegaskan keselamatan sandera, " kata Herminio Coloma, jubir istana Malacanang.

Dalam video paling akhir, Ridsdel pernah diperintah bicara untuk membujuk Kanada menyetorkan tebusan. " Peringatan paling akhir yang menekan pada pemerintah, Filipina, Kanada serta keluarga, bila 300 juta peso tak dibayarkan jam 15. 00 pada 25 April, jadi mereka dapat memenggal saya, " kata Ridsdel.

Keluarga mendiang Ridsdel terpukul atas berita pemenggalan ini. Selama enam bln. paling akhir, mereka telah mengusahakan melobi Abu Sayyaf supaya tak menggerakkan ancaman. Ridsdel dulunya yaitu pejabat perusahaan tambang di Kanada. Dia di kenal humoris serta miliki banyak rekan dari pelbagai kelompok.

 " Hidup papa kami selesai oleh perbuatan kekerasan yang tidak miliki nalar, " menurut keluarga lewat info tercatat.

Filipina mengimbau negara lain atau pun perusahaan yang awaknya diculik, janganlah membayar tebusan pada Abu Sayyaf. Tetapi jalan keluar militer yang ditempuh Manila tidak kunjung berhasil menangani tingkah beberapa militan terafiliasi ISIS itu.

Abu Sayyaf mulai sejak satu dasawarsa ini mencari duit dari perompakan serta penculikan. Saat tebusan gagal didapat, mereka tidak segan membunuh sandera. Th. lantas, sandera Malaysia kehilangan nyawanya lantaran negosiasi buntu.

Meski telah beberapa kali kecolongan, Filipina mengakui akan tidak ingin penuhi keinginan Abu Sayyaf terkecuali menggunakan militer. " Kita tak bisa buka jalur komunikasi dengan pelanggar hukum serta teroris yang bikin beberapa orang menanggung derita, " kata Manuel Quezon, juru bicara pemerintah.

Terkecuali Ridsdel, masihlah ada satu lagi warga Kanada yang lain Robert Hall (50) yang belum di ketahui nasibnya. Pacar Hall wanita asli Filipina turut ditawan, demikian halnya warga negara Norwegia Kjartan Sekkingstad senantiasa manajer penginapan.

Mengacu video Abu Sayyaf diberitakan minggu lantas, empat orang tersebut yang jadi prioritas awal akan dihabisi lantaran tebusan tidak kunjung dibayar. Militan terafiliasi dengan ISIS itu menuntut masing-masing dari empat sandera ditebus senilai 300 juta peso (setara Rp 84 miliar).

Terkecuali tiga tawanan lain yang akan dibunuh, Abu Sayyaf masihlah menyandera sebagian orang asing. Salah satunya ada satu warga Belanda, satu asal Jepang, empat pelaut Malaysia, serta 14 awak kapal tugboat dari Indonesia.

Sumber : http :// www. merdeka. com/dunia/sandera-asing-dipenggal-bukti-filipina-tak-bisa-penuhi-janji. html
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "SUNGGUH BIADAB !!! Abu Sayyaf Penggal Kepala Sandera Asing, Bukti Filipina Tak Bisa Penuhi Janji"