Siapa Ali Musthafa Ya’qub?
INNALILLAHI wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka kembali menyelimuti umat Islam di Tanah Air. Eks imam besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Ya’qub wafat dunia dalam usia 64 th. pagi ini, Kamis (28/4).
Disarikan dari Wikipedia, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, lahir di Batang, Jawa Tengah 2 Maret 1952 yaitu seorang Imam Besar Masjid Istiqlal. Cita-citanya untuk belajar di sekolah umum tak terwujud, dikarenakan sesudah tamat SMP ia harus mengikuti arahan orangtuanya, belajar di Pesantren.
Pada th. 1966 ia mulai nyantri di Pondok Seblak Jombang sampai tingkat Tsanawiyah. Selanjutnya ia nyantri lagi di Pesantren Tebuireng Jombang yang tempatnya hanya sebagian ratus meter saja dari Pondok Seblak.
Di samping belajar resmi sampai Fakultas Syariah Kampus Hasyim Asy’ari, di Pesantren ini ia tekuni kitab-kitab kuning dibawah arahan beberapa kiai sepuh, salah satunya al-Marhum KH. Idris Kamali, al-Marhum KH. Adlan Ali, al-Marhum KH. Shobari serta al-Musnid KH. Syansuri Badawi. Di Pesantren ini ia mengajar Bahasa Arab, sampai awal 1976.
Th. 1976 ia menuntut ilmu lagi di Fakultas Syariah Kampus Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, hingga tamat dengan beroleh ijazah th. 1980. Lalu masih tetap di kota yang sama ia menyambung lagi di Kampus King Saudi, Jurusan Tafsir serta Hadis, sampai tamat dengan beroleh ijazah Master, 1985. Th. itu juga ia pulang ke tanah air dan mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, serta IAIN Syarif Hidayatullah, Th. 1989, bersama-sama keluarganya ia dirikan Pesantren “Darus-Salam” di desa kelahirannya.
Eks Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yg aktif menulis ini, saat ini juga jadi Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta, serta sejak mulai Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk jadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, sehabis pendirinya KH. Achmad Sjaichu meninggal dunia 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk jadi Ketua Instansi Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).
Ulama yang lantang menentang group Syiah ini, tidak cuma disegani oleh umat Islam di Indonesia saja, namun juga oleh ulama dari penjuru dunia. rf/Islampos

0 Komentar untuk "Siapa Ali Musthafa Ya’qub?"